Ilustrasi. (Corbis)
MASSACHUSETTS - Sebuah penelitian di Amerika
Serikat (AS) menemukan, guru yang baik akan meningkatkan standar hidup
dan pendapatan siswanya seumur hidup mereka. Studi yang disusun oleh dua
profesor di Harvard University ini meneguhkan pendapat bahwa guru dapat
mengubah hidup siswanya.
Menurut penelitian, guru yang bernilai tinggi atau yang meraih skor tinggi saat tes penilaian, akan lebih mungkin menghasilkan siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mendapatkan gaji lebih tinggi, hidup di lingkungan lebih baik, dan menabung untuk pensiun. Para siswa ini juga kecil kemungkinan untuk hamil saat remaja.
Studi yang berjudul “Dampak Jangka Panjang Guru: Nilai Guru dan Hasil Siswa di Masa Depan” ini dipublikasikan oleh professor ekonomi Raj Chetty bersama dengan dua assistennya, John N Friedman dan Jonah E Rockoff.
Studi meneliti skor bahasa Inggris dan matematika dari 18 juta siswa kelas tiga hingga kelas delapan. Studi berlangsung mulai 1989 hingga 2009. Untuk menentukan hasil, dari skor ini, peneliti membandingkan dengan data catatan pajak.
Seorang guru yang memiliki ‘nilai tambah’ ditentukan berdasarkan nilai rata-rata yang didapatnya selama tahun akademik, dan kemudian nilai ini dibandingkan dengan perbedaan skor sebelumnya.
Menurut Friedman, data studi diperoleh dari sebuah sistem sekolah negeri di sebuah distrik Amerika dengan latar belakang beragam status sosial ekonomi. Demikian seperti dikutip dari The Crimson, Selasa (28/2/2012).
Menurut penelitian, menggantikan seorang guru dengan ‘nilai tambah’ akan meningkatkan nilai pendapatan sang siswa selama seumur hidup, rata-rata sebesar USD250 ribu.
“Jika Anda khawatir tentang pertumbuhan, terutama dalam ekonomi global, Anda khawatir cara membuat pekerja AS kompetitif. Padahal investasi di bidang pendidikan, terutama pada pendidikan dasar, adalah hal yang masuk akal,” jelas Chetty.
Karena itu, menurut Friedman, guru harus dievaluasi sama seperti pekerja profesional lainnya. “Jika kita ingin menggaji guru USD100 ribu, kita harus memperlakukan mereka seperti pekerja profesional lainnya yang digaji dengan enam digit. Kita harus mengevaluasi kinerja, memberikan umpan balik, memperbaiki mereka, menghargai mereka yang sukses, dan kita harus meningkatkan kinerja mereka yang tidak melakukannya dengan baik,” jelasnya.
Namun Friedman mencatat evaluasi tidak hanya menggunakan skor tes. Dia menyarankan agar skor tes digabungkan dengan hal lain seperti evaluasi dari kepala sekolah, observasi kelas, evaluasi rekan sekerja, dan evaluasi dari siswa. Ini berguna untuk mendapatkan gambaran akurat dari setiap guru.
Menurut penelitian, guru yang bernilai tinggi atau yang meraih skor tinggi saat tes penilaian, akan lebih mungkin menghasilkan siswa yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, mendapatkan gaji lebih tinggi, hidup di lingkungan lebih baik, dan menabung untuk pensiun. Para siswa ini juga kecil kemungkinan untuk hamil saat remaja.
Studi yang berjudul “Dampak Jangka Panjang Guru: Nilai Guru dan Hasil Siswa di Masa Depan” ini dipublikasikan oleh professor ekonomi Raj Chetty bersama dengan dua assistennya, John N Friedman dan Jonah E Rockoff.
Studi meneliti skor bahasa Inggris dan matematika dari 18 juta siswa kelas tiga hingga kelas delapan. Studi berlangsung mulai 1989 hingga 2009. Untuk menentukan hasil, dari skor ini, peneliti membandingkan dengan data catatan pajak.
Seorang guru yang memiliki ‘nilai tambah’ ditentukan berdasarkan nilai rata-rata yang didapatnya selama tahun akademik, dan kemudian nilai ini dibandingkan dengan perbedaan skor sebelumnya.
Menurut Friedman, data studi diperoleh dari sebuah sistem sekolah negeri di sebuah distrik Amerika dengan latar belakang beragam status sosial ekonomi. Demikian seperti dikutip dari The Crimson, Selasa (28/2/2012).
Menurut penelitian, menggantikan seorang guru dengan ‘nilai tambah’ akan meningkatkan nilai pendapatan sang siswa selama seumur hidup, rata-rata sebesar USD250 ribu.
“Jika Anda khawatir tentang pertumbuhan, terutama dalam ekonomi global, Anda khawatir cara membuat pekerja AS kompetitif. Padahal investasi di bidang pendidikan, terutama pada pendidikan dasar, adalah hal yang masuk akal,” jelas Chetty.
Karena itu, menurut Friedman, guru harus dievaluasi sama seperti pekerja profesional lainnya. “Jika kita ingin menggaji guru USD100 ribu, kita harus memperlakukan mereka seperti pekerja profesional lainnya yang digaji dengan enam digit. Kita harus mengevaluasi kinerja, memberikan umpan balik, memperbaiki mereka, menghargai mereka yang sukses, dan kita harus meningkatkan kinerja mereka yang tidak melakukannya dengan baik,” jelasnya.
Namun Friedman mencatat evaluasi tidak hanya menggunakan skor tes. Dia menyarankan agar skor tes digabungkan dengan hal lain seperti evaluasi dari kepala sekolah, observasi kelas, evaluasi rekan sekerja, dan evaluasi dari siswa. Ini berguna untuk mendapatkan gambaran akurat dari setiap guru.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar